Salam Kenal, Saya Zazat

 

Perkenalan itu biasanya di awal. Tapi saya kadang melakukan hal yang tiadka biasa dan mungkincenderung tidak baik, yaitu lupa memperkenalkan diri. Dalam kehidupan nyata pun kadang saya begitu. Sudah asyik ngobrol ke sana kemari, ngalor ngidul  dan akhirnya lupa untuk memperkenalkan diri dengan sang lawan bicara.

Di Jepang, katanya sangat tidak sopan apabila seseorang tidak memperkenalkan diri kepada lawan bicaranya. Begitu katanya. Mungkin kalau saya bertemu dengan orang Jepang atau apabila berkunjung ke Jepang dan melakukan hal demikian, saya akan di cap sebagai orang yang tidak sopan. Dan sepertinya bukan hanya di Jepang hal demikian dianggap tidak sopan, tetapi juga di tempat saya sekarang tinggal, Indonesia. Saya sudah mulai menyadari, bahwa hal tersebut tidak sopan dan tiadak baik untuk terus bertindak demikian. Jadi perkenalkanlah siapa dirimu.

Rasanya sudah cukup ya yang di atas sebagai prolog.

Perkenalkan saya Zazat. Kata orang saya tergolong orang yang terlihat pendiam, nyatanya saya termasuk orang yang banyak bicara. Saya akan diam kalau memang tidak ada yang perlu dibicarakan, saya akan banyak bicara kalau ada yang perlu didiskusikan. Salah satu yang senang saya diskusikan adalah tentang sejarah dan hal lainnya tentang pengembangan pemuda.

Saat ini saya juga suka berdikusi tentang sejarah dengan anak – anak muda di salah satu SMK di Cipanas, ya menjadi pengajar Sejarah. Selain itu kadang juga aktif di beberapa diskusi publik yang biasa digelar bareng – bareng kawan – kawan Taman Baca Binar. Dan beberap bulan terakhir ini juga melakukan fungsi sebagai fasilitator bahasa Indonesia bagi refuges di salah satu lembaga non pemerintah yang bekerja sama dengan UNCHR.

Saya rasa cukup, Salam Kenal, Saya Zazat.

Comments 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *